Pasar Asia Kembali Lemas

Laporan API menyebutkan bahwa, jumlah stok minyak pada Rabu malam (12/10) meningkat sebanyak 2,7 juta barel berbanding 7,6 juta barel dengan minggu sebelumnya yang berupa penurunan. Sebagai dampaknya, harga minyak Brent usai naik ke $52,85 di penghujung perdagangan hariannya turun ke $51,7. Pada pagi hari ini (13/10), minyak terus tertekan dan harganya turun sampai ke $51,4. Dinamikanya akan ditunggu oleh laporan perubahan persediaan minyak dari EIA yang dijadwalkan pada malam hari ini.

Di bursa saham, mayoritas pasar saham Asia diperdagangkan turun. Nikkei 225 turun 0,3%, ASX Australia turun 0,7%, Hang Seng berkurang 1,2%, sedangkan Shanghai Composite diperdagangkan hampir tanpa perubahan. Indeks berjangka S&P 500 diperdagangkan di level 2.120, atau 0,6% lebih rendah dari level penutupan perdagangan sebelumnya, dan menjadikannya yang terbanyak sejauh ini bagi sesi Asia.

Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh kalangan ekonom Tiongkok, sebagian besar pakar ekonomi optimis melihat tren perkembangan ekonomi Tiongkok pada kuartal III tahun ini, keyakinannya terhadap pertumbuhan ekonomi juga semakin kuat, begitu pula dengan prediksinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional di akhir tahun. Menurut laporan yang dipublikasikan oleh majalah “Chinese economist” dari Institute of Industrial Economics di Chinese Academy of Social Sciences, lebih dari 25% ekonom menilai bahwa, laju pertumbuhan ekonomi Tiongkok pada kuartal III akan meningkat jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Perlambatan laju pertumbuhan diprediksikan hanya oleh 23% pakar, sementara pada survei sebelumnya, hasilnya jauh lebih besar. Sekitar 35% ekonom memprediksikan bahwa, pertumbuhan ekonomi Tiongkok pada tahun ini mungkin akan meningkat sampai 6,5%. Dan sekitar seperempat ekonom yakin bahwa peningkatannya hanya akan mampu mencapai 6,5% dan tidak akan melebihinya.

Dolar AS diperdagangkan terhadap yuan dengan naik tipis ke 6,7270 (+0,0075 atau +0,11%) dan terus mencoba memperbarui titik maksimum enam tahunannya. Hal ini disebabkan oleh penurunan impor bulan September secara tahunannya sebanyak 1,9% (dengan ekspektasi peningkatan 1,0%) dan penurunan ekspor secara tahunannya sebanyak 10,0% (dengan ekspektasi penurunan 3,0%). Akibatnya, surplus perdagangan pada bulan September berkurang menjadi $42 miliar yuan, bukan $53 miliar seperti yang diharapkan.   

Pasangan EURUSD terus tertekan selama tiga hari berturut-turut, dan pada hari Rabu (12/10) turun dari 1.1070 ke 1.1005. Pada Kamis pagi (13/10), pasangan ini diperdagangkan di kisaran 1.1000-1.1040. Pada hari ini di AS akan ada rilis indeks harga impor dan ekspor bulan September, serta pidato anggota FOMC, P. Harker. Sementara bagi trader pound, perlu memperhatikan pidato Gubernur BoE, M. Carney.

Ulasan Terkini

Setiap Orang Memiliki Kesempatan untuk Raih Profit

Anda bisa menghasilkan pendapatan tanpa harus melakukan <i>trading</i> sendiri. Cukup investasikan dana Anda ke akun <i>trader</i> berpengalaman dan raih profitnya!

Daftar

Ada situs web yang lebih cocok untuk kamu

Situs web baru dengan layanan yang lebih sesuai untuk lokasimu baru saja diluncurkan!

Daftar di sini dan dapatkan Bonus Sambutan 30%.