Pasar Asia Memerah

Pada hari Senin (19/9), pasar minyak kembali melanjutkan tren penurunannya. Harga minyak Brent turun 0,2% ke $45,86 per barel, menyentuh titik terendah barunya dalam dua minggu terakhir. Pasar minyak cemas menanti data-data persediaan minyak yang akan dirilis pada hari Rabu besok. Pada perdagangan hari Selasa pagi (20/9), pasar kembali didominasi oleh sentimen yang pesimis. Ketika ulasan ini ditulis, per barel Brent di bursa London diperdagangkan di level $45,78. Kami memprediksikan minyak Brent pada hari ini akan diperdagangkan di kisaran harga $45-46 per barel.

Harga emas pada sesi perdagangan hari Senin naik sebanyak 0,24% ke $1.313,1 per troy ons. Hal ini disebabkan oleh pergerakan korektif pasca turun selama dua hari dan penguatan dolar. Dan pada Selasa pagi ini, emas terus naik dan saat ini telah mencapai 0,22%. Kami yakin bahwa harga emas pada hari ini akan terus naik.

Dari pasar valas, kurs dolar AS pada perdagangannya hari Senin turun terhadap euro sebanyak 0,2%. Namun pada Selasa pagi ini, dolar mencoba untuk memangkas kerugiannya, 1 euro di bursa dihargai 1.1172 dolar AS.

Di bursa saham, indeks AS Dow 30 pada perdagangan hari Senin turun sebanyak 0,02%. Indeks S&P 500 turun 0,07%, tapi pada sesi perdagangan pagi hari ini kontrak berjangka pada indeks S&P 500 naik 0,11%. Hampir semua pasar Asia pada Selasa pagi ini diperdagangkan di zona merah. Nikkei 225 Jepang turun 0,17%, indeks Hang Seng Hong Kong menyusut 0,24%, indeks China A50 turun 0,27% dan DJ Shanghai turun 0,09%. Hanya Kospi Korsel yang naik, dan telah pagi hari ini tadi telah mengumpulkan 0,32%.

Di Tianjin—salah satu kota di bagian utara Tiongkok—pada hari Selasa ini akan diselenggarakan forum “Peace and Development in Northeast Asia 2016”. Forum ini akan dihadiri oleh para politisi, diplomat dan ilmuwan terkemuka dari Tiongkok, Rusia, Mongolia, Korsel, Jepang dan Amerika. Salah satu topik utama yang akan dibicarakan pada forum ini ialah pembangunan koridor ekonomi “Tiongkok-Mongolia-Rusia”. Ini merupakan salah satu dari enam koridor ekonomi yang ingin dibangun oleh Tiongkok dalam kerangka program “Belt and Road Initiative”. Pembangungan jalur “Tiongkok-Mongolia-Rusia” ini diharapkan akan memberikan keuntungan besar, setidaknya bagi ketiga negara ini, terutama dalam hal transportasi barang dari Tiongkok ke utara melalui laut. Melalui forum ini, beberapa negara juga diharapkan akan menandatangani sejumlah perjanjian yang saling menguntungkan.

Ulasan Terkini

Setiap Orang Memiliki Kesempatan untuk Raih Profit

Anda bisa menghasilkan pendapatan tanpa harus melakukan <i>trading</i> sendiri. Cukup investasikan dana Anda ke akun <i>trader</i> berpengalaman dan raih profitnya!

Daftar

Ada situs web yang lebih cocok untuk kamu

Situs web baru dengan layanan yang lebih sesuai untuk lokasimu baru saja diluncurkan!

Daftar di sini dan dapatkan Bonus Sambutan 30%.