Pasar Asia Kokoh di Zona Hijau

Pada hari Jumat (16/9), harga minyak dunia kembali turun. Harga minyak Brent pada perdagangan hari Jumat anjlok sebesar 0,7% ke $45,97 per barel, atau menyamai persentase kenaikannya pada hari Kamis, tetapi bagaimana pun juga, harga minyak belum sampai menyentuh level minimum mingguannya. Pengaruh negatif di pasar minyak ini kemungkinan besar disebabkan oleh laporan Baker Hughes tentang jumlah rig minyak yang aktif di AS, yang mana dalam seminggunya mengalami peningkatan sebanyak 2 unit, menjadi 416. Kami rasa bahwa pasar kaget ketika mengetahui laporan ini. Namun, pada perdagangan Senin pagi ini (19/9), harga minyak kembali naik, per barel Brent di bursa London ditawarkan seharga $46,5. Harga minyak untuk sementara ini sedang berada di kisaran sempit, dan pergerakan menuju $40-42 atau ke $49-50 sangat tidak mungkin terjadi. Kami memprediksikan minyak Brent pada hari ini akan diperdagangkan di kisaran harga $46-47 per barel.

Harga emas pada sesi perdagangan hari Jumat turun sebanyak 0,3% ke $1.309,94 per troy ons. Hal ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh kelanjutan penguatan dolar. Namun pada Senin pagi ini, emas telah mengubah trennya dan naik 0,4%. Kami yakin bahwa emas pada hari ini akan melanjutkan tren kenaikannya.

Dari pasar valas, kurs dolar AS pada perdagangannya hari Jumat menguat terhadap euro sebanyak 0,8%. Namun pada Senin pagi ini, dolar berbalik melemah, 1 euro di bursa dihargai 1.1167 dolar AS.

Di bursa saham, indeks AS Dow 30 pada perdagangan hari Jumat turun sebanyak 0,49%. Indeks S&P 500 merosot 0,38%, tapi pada sesi perdagangan pagi hari ini kontrak berjangka pada indeks S&P 500 naik 0,3%. Bursa-bursa Asia pada Senin pagi ini diperdagangkan di zona hijau. Nikkei 225 Jepang naik 0,7%. Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,87%, Kospi Korsel tumbuh 0,82%, Indeks China A50 bertambah 0,64% dan DJ Shanghai naik 0,77%.

Berdasarkan data dari Administrasi Pajak Negara Tiongkok disebutkan, bahwa pada akhir bulan Juli, perusahaan-perusahaan Tiongkok berhasil berhemat 201,7 miliar yuan (sekitar 31,5 miliar dolar AS) berkat suksesnya pelaksanaan reformasi pajak, yang berupa perubahan PPN. Sebagai hasil dari reformasi ini, beban pajak perusahaan menjadi berkurang. Reformasi ini diharapkan dapat menstimulus penciptaan lapangan kerja baru di Tiongkok, serta pengembangan usaha kecil yang memiliki dampak positif bagi perekonomian negara secara keseluruhan, khususnya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih pesat.

Ulasan Terkini

Setiap Orang Memiliki Kesempatan untuk Raih Profit

Anda bisa menghasilkan pendapatan tanpa harus melakukan <i>trading</i> sendiri. Cukup investasikan dana Anda ke akun <i>trader</i> berpengalaman dan raih profitnya!

Daftar

Ada situs web yang lebih cocok untuk kamu

Situs web baru dengan layanan yang lebih sesuai untuk lokasimu baru saja diluncurkan!

Daftar di sini dan dapatkan Bonus Sambutan 30%.