Ekspor Tiongkok Tahun Ini Berpotensi Terus Berkurang

Pada hari Jumat (19/8), harga minyak telah memperbarui titik tertingginya sejak dua bulan yang lalu, yakni menyentuh level $51,2 per barel (Brent). Akan tetapi, produksi minyak justru merespons pemulihan harga tersebut dengan peningkatan aktivitas. Pada Jumat malam, Baker Hughes merilis laporan jumlah rig minyak di AS yang berupa peningkatan sampai 406, berbanding 396 dengan minggu sebelumnya. Sebagai akibatnya, harga turun ke $50 ketika sesi pedagangan minggu berikutnya dibuka, dan kemudian diperdagangkan di sekitar $50,1.

Indeks saham dunia terkoreksi, dan sejak pagi hari ini tren ini masih terus berlangsung di sebagian besar bursa-bursa saham Asia, kecuali di Jepang. Nikkei 225 naik 0,2%, ASX Australia turun 0,2%, Shanghai Composite kehilangan 0,5%, sedangkan Hang Seng turun 0,3%. Kontrak berjangka S&P 500 diperdagangkan di level 2.178, atau 0,2% lebih rendah dari level penutupan perdagangan satu hari sebelumnya.

Jumlah ekspor Tiongkok tahun ini berpotensi terus berkurang, dan bahkan laju penurunannya dapat semakin cepat, seperti yang telah diungkapkan oleh pemerintah Tiongkok. “Ekspor Tiongkok masih tertahan”, kata Long Guoqiang, Wakil Kepala Pusat Studi Pembangunan Negara. Pegawai Negara ini menjelaskan bahwa penurunan pasokan ini disebabkan oleh rendahnya permintaan dari pasar luar negeri dan adanya proteksionisme terhadap barang-barang dari Tiongkok. Selain itu, peningkatan biaya tenaga kerja menyebabkan Tiongkok kehilangan banyak keuntungan jika dibandingkan dengan eksportir-eksportir lainnya. “Secara umum, kami masih terus ingin beranjak dari kerugian kami”, sebut Long. Berdasarkan catatan tahun 2015, perdagangan Tiongkok jatuh 7%, dengan prakiraannya yang hanya sampai 6%. Sedangkan laju penurunan ekspor sebesar 1,8%. Pada bulan Maret tahun ini, Tiongkok mengumumkan laporan kinerja pemerintah, di situ disebutkan bahwa, pada tahun 2016 pemerintah berniat untuk mengakhiri tren turun dari perdagangan ini.

Dolar AS pada pagi hari ini diperdagangkan terhadap yuan dengan naik ke 6.6635 (+0,0103 atau +0,15%).

Sementara di pasar valas, dolar diperdagangkan di Asia dengan kenaikan terhadap sebagian besar mata uang dunia. Indeks dolar DXY naik sampai ke 94,9 poin, atau berbanding 94,5 poin hari Jumat malam. Pasangan EURUSD turun dari 1.1320 ke 1.1275. Level support penting untuk pasangan ini berada di kisaran level 1.1045-1.1070, sehingga kurs masih berpeluang untuk terus turun. Pengumuman indikator-indikator makro-ekonomi penting pada hari ini bisa dikatakan tidak ada, kecuali rilis indeks aktivitas nasional Fed Chicago AS pada pukul 12:30 GMT.

Ulasan Terkini

Setiap Orang Memiliki Kesempatan untuk Raih Profit

Anda bisa menghasilkan pendapatan tanpa harus melakukan <i>trading</i> sendiri. Cukup investasikan dana Anda ke akun <i>trader</i> berpengalaman dan raih profitnya!

Daftar

Ada situs web yang lebih cocok untuk kamu

Situs web baru dengan layanan yang lebih sesuai untuk lokasimu baru saja diluncurkan!

Daftar di sini dan dapatkan Bonus Sambutan 30%.