Efek Referendum di Inggris Masih Berlanjut

Pada hari Senin (27/6) pasar minyak masih tertekan akibat efek dari referendum di Inggris. Setelah pada pagi harinya mencoba naik ke $48,9 per barel Brent, harga kemudian turun ke $46,7 pada malam harinya, memperbarui titik terendahnya sejak 11 Mei, dan hanya setelah itu harga berlahan-lahan pulih. Emas hitam pada Selasa pagi ini diperdagangkan di level $47,9. Harga minyak dapat berubah ketika laporan stok minyak dari API diumumkan pada akhir sesi perdagangan di Amerika.

Sementara di bursa saham, pada pagi hari ini bursa-bursa di Asia diperdagangkan bervariatif, dan tetap di bawah pengaruh proses perceraian antara Inggris dan UE. Nikkei 225 tumbuh 0,6%, ASX Australia turun 0,5%. Shanghai Composite naik 0,1% dan Hang Seng turun 0,8%. Kontrak berjangka S&P 500 diperdagangkan di level 2.003, atau 0,9% lebih tinggi dari level penutupan perdagangan satu hari sebelumnya.

Pasangan EURUSD usai turun tajam pada Jumat minggu lalu–mulai stabil saat hasil referendum di Inggris diketehui. Pada hari Senin kemarin kurs diperdagangkan di kisaran 1.0970 – 1.1070. Dan pada Selasa pagi ini, kurs berlahan-lahan mulai naik dari 1.1010 menuju 1.1050. Untuk jadwal berita penting, hari ini akan ada pidato Presiden ECB, M. Draghi. Di AS akan dirilis data PDB dan indeks harga belanja konsumsi perorangan Q1, indeks harga rumah bulan April serta indeks kepercayaan konsumen bulan Juni.

Pelajari lebih lanjut tentang cara melindungi modal Anda selama periode krisis ekonomi dengan berinvestasi di portofolio “Logam Mulia”.

Ulasan Terkini

Setiap Orang Memiliki Kesempatan untuk Raih Profit

Anda bisa menghasilkan pendapatan tanpa harus melakukan <i>trading</i> sendiri. Cukup investasikan dana Anda ke akun <i>trader</i> berpengalaman dan raih profitnya!

Daftar

Ada situs web yang lebih cocok untuk kamu

Situs web baru dengan layanan yang lebih sesuai untuk lokasimu baru saja diluncurkan!

Daftar di sini dan dapatkan Bonus Sambutan 30%.