Laju Pertumbuhan Inflasi Cina Masih Sama Seperti di Level Bulan April

Harga minyak yang minggu lalu berhasil mencapai level $50 per barel (Brent), saat ini berangsur-angsur turun. Laporan dari Baker Hughes terkait jumlah rig minyak menunjukkan penurunan sebanyak 316, berbanding 318 dengan minggu sebelumnya, akan tetapi reaksi yang kuat (terhadap laporan ini) justru tidak terlihat di pasar. Harga minyak pada akhir perdagangan minggu lalu sempat turun dari $49,5 ke $48,7, dan kemudian berbalik arah. Namun, pada Senin pagi ini harga kembali turun ke $49,0. Sementara itu, harga emas pada periode yang sama telah menembus support penting di $1.208 per troy ons dan kemudian turun ke $1.200 (level yang sama seperti pada pertengahan bulan Februari).

Bursa-bursa saham di Asia dari pagi hari ini diperdagangkan di zona hijau, dan terus memperlihatkan sentimen bullish. Nikkei naik 1,1%, ASX Australia bertambah sekitar 0,1%, Shanghai Composite naik 0,2%, dan Hang Seng tumbuh 0,7%. Sedangkan kontrak berjangka S&P 500 bertambah 0,3% terhadap level-level penutupan hari sebelumnya.

Laju pertumbuhan inflasi di Cina pada bulan Mei kemungkinan besar akan tetap seperti di level bulan sebelumnya. Hal ini ditunjukkan dengan naiknya harga-harga pangan dan turunnya indikator utama. Prakiraan berikut dilakukan oleh Chiao Tung Bank. Menurut laporan yang disampaikan oleh pihak bank, indeks harga konsumen CPI dan indikator utama inflasi pada bulan Mei diperkirakan akan naik 2,3% dari bulan Mei tahun lalu, pertumbuhan ini juga telah tercatat pada bulan April. Pertumbuhan inflasi selama empat bulan berturut-turut terus mampu mempertahankan level tertingginya sejak bulan Juli 2014. Harga-harga pangan yang mencakup seperlima penghitungan CPI diperkirakan naik sebanyak 7-7,4%, namun kenaikan angka ini masih lebih rendah dari bulan April. Di sisi lain, rendahnya indikator utama pada periode bulanannya telah mencerminkan bahwa pertumbuhan CPI tahunan masih tetap stabil. Ke depannya, indeks harga konsumen diharapkan dapat terus naik untuk menyeimbangkan harga minyak di pasar global dan meningkatkan jumlah uang beredar di dalam negeri.

Ketua Dewan Gubernur Fed AS J. Yellen telah menyampaikan pidatonya pada hari Jumat. Dia mengatakan tentang kesiapannya untuk terus meningkatkan suku bunga secara bertahap dalam bulan-bulan dekat ini. Pernyataan ini mendukung penguatan dolar. Pasangan EURUSD pada hari Jumat turun dari 1.1200 ke 1.1110, dan sejak pagi hari ini euro masih melemah dan diperdagangkan di kisaran harga 1.1100-1.1110. Jadwal pengumuman makro-ekonomi pada hari ini tidak banyak, satu-satunya jadwal penting yang layak diikuti ialah indeks harga konsumen di Jerman untuk bulan Mei.

Ulasan Terkini

Setiap Orang Memiliki Kesempatan untuk Raih Profit

Anda bisa menghasilkan pendapatan tanpa harus melakukan <i>trading</i> sendiri. Cukup investasikan dana Anda ke akun <i>trader</i> berpengalaman dan raih profitnya!

Daftar

Ada situs web yang lebih cocok untuk kamu

Situs web baru dengan layanan yang lebih sesuai untuk lokasimu baru saja diluncurkan!

Daftar di sini dan dapatkan Bonus Sambutan 30%.