EURUSD: Euro bangkit karena berita dari Tiongkok

Di akhir pekan lalu, hampir semua mata uang mayor ditutup di zona hitam. Pertumbuhan tertinggi terhadap Dolar AS dialami oleh Dolar Selandia Baru (+1.22%). Pound Inggris naik 0.98%, Franc Swiss - 0.79%, Yen Jepang - 0.43%, dan Euro - 0.23%. Dolar Australia melemah -0.56%. Sejumlah indeks saham utama AS ditutup pada rekor tertinggi.

Optimisme di pasar terjadi karena berita dari Tiongkok. Penasihat Ekonomi AS, Larry Kudlow, mengatakan AS dan Tiongkok hampir mencapai kesepakatan dagang. Ia mengatakan negosiasi yang sedang berlangsung "sangat membangun".

Menteri Perdagangan AS, Wilbur Ross, mengatakan ada perkembangan dalam penyelesaian detail kesepakatan dagang mendatang. Kedua belah pihak berkeinginan mencapai kesepakatan di akhir negosiasi fase satu.

Berita hari ini (GMT+3):

14.00 Jerman: Laporan Bulanan Bank Sentral Jerman.

18.00 AS: Indeks Pasar Hunian NAHB (Nov).

21.00 AS: Lelang Obligasi 3 dan 6 Bulan.

currencies

ituasi saat ini:
Pada grafik 8H, setelah tertembusnya garis tren dari 1.1175, kurs Euro naik 60 poin ke 1.1064. Berita mengenai negosiasi produktif antara AS-Tiongkok di akhir pekan jelas menjadi pemicunya.

Hari ini hari Senin, alias hari koreksi. Tidak ada banyak berita baru untuk dilaporkan. Di Asia, Pound dan Euro menguat sedangkan mata uang lainnya melemah. Untuk memahami sentimen peserta pasar secara umum, kita perlu menunggu hingga trading dimulai di Eropa.

Peningkatan ini adalah 38% penurunan dari 1.1175 ke 1.0989. Level maksimum 1.1043 (11 November 2019) terlampaui. Sekarang pembelian mungkin akan dimulai kembali. Support berada di 1.1025.

Ulasan Terkini

Setiap Orang Memiliki Kesempatan untuk Raih Profit

Anda bisa menghasilkan pendapatan tanpa harus melakukan <i>trading</i> sendiri. Cukup investasikan dana Anda ke akun <i>trader</i> berpengalaman dan raih profitnya!

Daftar

Ada situs web yang lebih cocok untuk kamu

Situs web baru dengan layanan yang lebih sesuai untuk lokasimu baru saja diluncurkan!

Daftar di sini dan dapatkan Bonus Sambutan 30%.